Rabu, 21 Agustus 2013

GURDACIL

 Jumlah guru yang ditempatkan di daerah terpencil akan diperbanyak. Hal ini dilakukan untuk mengatasi ketertinggalan dan pemerataan tenaga pendidikan karena selama ini ada ketimpangan dengan jumlah guru yang ditugaskan di kota.
Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Khairil Ansari mengatakan, tahun ini pemerintah sedikitnya akan merekrut 3.500 sarjana pendidikan yang akan ditempatkan di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) di Indonesia. Dengan penambahan jumlah guru di daerah terpencil ini, permasalahan pendidikan yang terjadi di daerah terpencil diharapkan dapat terselesaikan. Permasalahan tersebut seperti kekurangan tenaga guru dan tingginya angka putus sekolah.
"Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T dengan memberdayakan sarjana pendidikan dalam rangka pembekalan calon pendidik profesional melalui program ini," kata Khairil, Rabu (2/11/2011), di Jakarta.
Guru-guru yang ditempatkan di daerah terpencil tersebut nantinya akan diberikan beberapa kemudahan, misalnya mendapatkan beasiswa untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dengan catatan, guru tersebut minimal harus sudah mengajar selama setahun di daerah terpencil. Dari 3.500 sarjana pendidikan yang akan direkrut, Unimed sebagai salah satu penyelenggara mendapatkan jatah 250 sarjana pendidikan.
Selama mengajar di pelosok, tenaga pendidik akan menerima biaya hidup Rp 2 juta per bulan. Setelah kembali dari tempat bekerja, mereka akan dapat kesempatan mengikuti PPG. Begitu lulus, mereka berhak mendapat predikat sebagai guru profesional.
"Namun, jika sebelum waktunya tenaga pendidik sudah meninggalkan tugasnya, mereka akan diberi sanksi, seperti mengembalikan biaya yang telah diberikan kepadanya," kata Khairil.
Khairil mengungkapkan, ada beberapa daerah yang akan menjadi sasaran pengiriman tenaga pendidik daerah terpencil yang sudah lulus mengikuti seleksi dan pembekalan, yakni  Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, daerah pelosok sasaran pengiriman sarjana pendidikan Unimed adalah Kabupaten Simeulue dan Aceh Barat, Aceh. Untuk Simeulue sebanyak 150 orang guru dan Aceh Barat sebanyak 100 guru
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar