Selasa, 27 Agustus 2013

Benarkah Sejatinya Yesus adalah Tuhan?

Oleh: Mr.skyt00L

Jika kita baca Yohanes 8:23-24 yang begini bunyinya: Lalu Ia berkata pada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas;kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

Jelas sekali dari injil Yohanes ini, Yesus menunjukan bahwa Dialah Tuhan....

Eit .... nanti dulu dalam ayat 18 injil yang sama. “Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus aku, bersaksi tentang aku.”
Hal ini tidak bertentengan dengan Injil yang lainnya, antara lain:

1.  Injil Matius Pasal 4 ayat 10: Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis:      Engkau harus menyembah tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

2. Injil Matius Pasal 27 ayat 46:”Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli,  lamasabakhtani? Artinya: Allah Ku, Allah Ku, Mengapa Engkau meninggalkan Aku”.

3.  Injil Lukas Pasal 4 Ayat 8: Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah  Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

4.  Kisah Para Rosul 24 Ayat 14: “Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek  moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada  segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi.”

Sebagai penganut agama Islam yang diwajibkan untuk beriman  kepada kitab-kitab Allah berupa Al-Quran, Injil, Taurat dan Zabur kita harus jeli . Dengan keyakinan bahwa Allah tidak akan menyesatkan mahluknya marilah kita renungkan mana mungkin Allah memberikan petunjuk yang saling bertolak belakang antara kitab yang satu dengan yang lainnya. Maka jika terdapat pertentangan di dalam kitab Allah yakinlah salah satunya pasti  kesesatan. Cukuplah dari ke empat kutipan ayat di atas ditambah ayat 18 injil Yohanes untuk mengambil kesimpulan  bahwa Yesus dalam hal ini dikenal pula sebagai Isa AS adalah sama dengan keadaan rosul Allah yang lain yaitu beliau sebagai hamba Allah, utusan Allah, Rosul Allah. Bukan Allah sebagai mana dipercayai sebagian umat saat ini yaitu anak Allah bahkan Allah sendiri.

Hal ini diperkuat dengan ayat dari Al Quran tepatnya bertemu pada surat Al Maidah: ayat 72-73:

72: “Sungguh, telah kafir orang yang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al Masih putra Maryam.”padahal Al Masih (sendiri) berkata.”Wahai bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhan ku dan Tuhan mu.”sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.

73: “Sungguh , telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan(yang berhak disembah) selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.”

Akhirnya terungkap sebuah kebenaran, maksudnya kebenaran kesesuaian antara isi kitab-kitab yang menjelaskan status Yesus sesungguhnya yaitu sebatas rosul Allah. Dan sikap kita kepada orang yang beranggapan lain cukuplah dengan memahami QS Al Baqoroh 111:”Dan Mereka (Yahudi dan Nasroni) berkata,”Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasroni,” Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, “Tunjukan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.”

Setelah mengetahui suara kebenaran ini cukuplah kita melukiskan suara kebenaran ini dengan lukisan suara .....


“AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD UTUSAN ALLAH”
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar